loading
please wait

Di SMAN 2 Pati, Foto Selfie Jadi Bukti Presensi Siswa

27/03/2020

Di SMAN 2 Pati, berswafoto (berfoto selfie) merupakan rutinitas para siswa yang difasilitasi, bahkan didorong oleh pihak sekolah.

Konfirmasi presensi siswa dilakukan dengan cara mengirimkan foto selfie melalui aplikasi daring (online) berbasis Android bernama Mobile Exam Pro.

Tak hanya itu, di 36 kelas yang ada di SMAN 2 Pati, seluruhnya memiliki Pojok Selfie dengan pelbagai dekorasi.

“Pojok selfie yang ada di setiap kelas itu dimanfaatkan siswa untuk selfie setiap pagi melalui aplikasi berfitur geotracking.

Foto selfie ini sebagai penanda kehadiran siswa di sekolah.

Orangtua siswa juga bisa mengakses ini, sehingga mereka bisa tahu anaknya benar-benar berada di sekolah,” ucap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Pati Adi Prasetyarini, Jumat (1/11/2019).

Ririn, panggilan akrab Adi Prasetyarini, menjelaskan, Pojok Selfie ini dikreasikan sendiri oleh para siswa melalui mekanisme lomba yang diadakan sekolah.

Wujudnya bermacam-macam, mulai dari dekorasi cat bergambar awan hingga hiasan dinding dari koran bekas.

Meski satu di antara maksud pembuatan pojok selfie ialah sebagai tempat siswa melakukan presensi swafoto, Ririn mengatakan, para siswa juga diperkenankan untuk berswafoto di sudut mana pun di lingkungan sekolah.

Ririn menjelaskan, ide untuk menggunakan sistem presensi swafoto ini datang dari Kepala SMAN 2 Pati Budi Santosa.

Mulanya, pihak sekolah berencana menggunakan presensi sidik jari (fingerprint) dengan memasang alat pemindai sidik jari di enam titik.

Namun, jelas Ririn, berdasarkan pengalaman Budi di sekolah tempatnya bekerja sebelumnya, presensi sidik jari dinilai berbiaya mahal dan kurang efisien.

“Pengalaman Pak Budi, mesin fingerprint untuk presensi siswa itu tidak bisa awet. Karena siswa kadang menggunakan alat itu sambil berlari, ditarik, dan sebagainya. Jadi alatnya cepat rusak. Padahal harga satu alatnya itu bisa mencapai Rp 1 juta,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, lanjut Ririn, Budi akhirnya mengomunikasikan idenya untuk menerapkan presensi swafoto kepada tim IT SMAN 2 Pati.

Meski telah dirasa efektif, sistem presensi swafoto ini masih dalam masa uji coba. Seandainya ada siswa yang lupa melakukan swafoto, belum ada hukuman dari sekolah.

“Karena masih uji coba, di samping presensi selfie, kami juga masih menerapkan presensi manual. Namun, harapannya, ke depan sistem presensi selfie ini berkelanjutan,” urainya.

Sementara, ketika dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2019), Kepala SMAN 2 Pati Budi Santosa mengatakan, presensi swafoto ini baru kali pertama diimplementasikan di Kabupaten Pati. Untuk mendukung inovasi ini, dirinya mendorong siswa untuk membuat Pojok Selfie di masing-masing kelas.

“Ini sekaligus untuk menumbuhkembangkan bakat dan semangat anak-anak dalam berekspresi. Serta untuk menumbuhkan rasa ikut memiliki ruang kelas yang selama ini hanya digunakan untuk proses belajar mengajar,” ujarnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Di SMAN 2 Pati, Foto Selfie Jadi Bukti Presensi Siswa, https://jateng.tribunnews.com/2019/11/02/di-sman-2-pati-foto-selfie-jadi-bukti-presensi-siswa?page=2.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah

Recent posts

    Leave a comment